Gali Potensi dan Bangun Kepercayaan Diri
Temanggung — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Magelang secara resmi menggelar kegiatan Bimbingan Kepribadian intensif bertema “Gali Potensi, Ukir Prestasi” bagi para klien pemasyarakatan pada Senin (04/05). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pos Bapas Magelang wilayah Temanggung ini diinisiasi sebagai langkah konkret dalam memberikan pembinaan mental dan psikologis, guna membantu para klien mengenali potensi terpendam serta meningkatkan kualitas pengembangan karakter mandiri mereka di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dibuka secara resmi pada pukul 10.30 WIB oleh Ketua Panitia Bimbingan Kepribadian Bapas Magelang, Mutiyono. Dalam sambutan pembukaannya, Mutiyono menegaskan bahwa kehadiran fisik Pos Bapas Magelang di wilayah Temanggung merupakan komitmen nyata untuk memangkas jarak birokrasi. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mempermudah para klien pemasyarakatan dalam menjalankan kewajiban wajib lapor (apel) berkala, sehingga akses pelayanan publik menjadi jauh lebih dekat, efisien, dan efektif.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan peran strategis Griya Abhipraya “NAWASENA”. Wadah kolaborasi ini diharapkan mampu merealisasikan program pembinaan hilir yang lebih optimal melalui asimilasi, berbagai program bimbingan kerja, dan pelatihan kemandirian. Tujuannya agar para warga binaan dapat bertransformasi menjadi pribadi yang lebih produktif dan taat hukum. Program terpadu ini menjadi pilar utama Bapas Magelang dalam mendukung proses reintegrasi sosial yang aman, berkelanjutan, dan diterima baik oleh masyarakat luas.

Memasuki sesi inti, Bapas Magelang menghadirkan narasumber ahli, Indra Kusumawati, yang dihadirkan melalui kerja sama strategis dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Jawa Tengah. Sebanyak 21 orang klien pemasyarakatan mengikuti seluruh rangkaian sesi dengan antusiasme tinggi.
Dalam pemaparannya, narasumber mengupas tuntas materi psikologi praktis mengenai:
- Pengenalan Pola Diri: Memahami kelebihan dan kelemahan karakter personal.
- Manajemen Pengelolaan Emosi: Teknik mengendalikan impuls negatif dalam situasi tekanan.
- Stabilisasi Mental: Aktivitas harian untuk menjaga keseimbangan psikologis pasca-pidana.
Tidak hanya mendengarkan teori, para peserta juga dilibatkan langsung dalam sesi art therapy (terapi seni) melalui aktivitas menggambar bebas dan mendeskripsikan kepribadian masing-masing. Metode refleksi diri interaktif ini terbukti efektif mencairkan suasana dan membantu para klien memetakan potensi positif yang siap mereka kembangkan setelah kembali ke lingkungan sosial.